HUMAS DU – DEPOK. SDIT Darojaatul ’Uluum kembali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran luar kelas melalui program Outbound Peserta Didik Kelas 1 hingga 5. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran aktif, kontekstual, dan menyenangkan yang bertujuan memperkuat pendidikan karakter Islami sejak dini. Outbound dilaksanakan di dua lokasi, yakni Taman Kopses untuk kelas 1–3 dan Lubana Sengkol untuk kelas 4–5, dengan desain kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan outbound, peserta didik tidak hanya diajak bermain, tetapi belajar melalui pengalaman nyata. Beragam aktivitas edukatif dirancang untuk melatih kerja sama tim, keberanian, kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai, yang seluruhnya dibingkai dengan nilai-nilai adab dan akhlak Islami. Pembelajaran di alam terbuka menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kepercayaan diri, empati, serta kepedulian sosial siswa.
Kegiatan outbound kelas 1–3 yang dilaksanakan di Taman Kopses difokuskan pada pembelajaran yang menyenangkan, penguatan motorik, keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri anak. Sementara itu, outbound kelas 4–5 di Lubana Sengkol dirancang dengan tingkat tantangan yang lebih tinggi untuk melatih kepemimpinan, kekompakan tim, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bekal pembentukan karakter siswa di jenjang berikutnya.
Kepala SDIT Darojaatul ’Uluum, Ustadz Ulil Amri, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kegiatan Outbound Peserta Didik SDIT Darojaatul Uluum dapat terlaksana dengan lancar. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, para ustadz dan miss, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini.”
Beliau menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi anak yang seimbang.
“Kami berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga nilai-nilai karakter Islami seperti kebersamaan, sportivitas, kepedulian, dan rasa syukur atas ciptaan Allah SWT. Pembelajaran luar kelas menjadi sarana membentuk anak yang sehat secara fisik, cerdas secara emosional, dan kuat secara spiritual.”
Sejalan dengan hal tersebut, Waka Kurikulum SDIT Darojaatul ’Uluum, Miss Ida Fitriyah, S.Si, turut menyampaikan bahwa kegiatan outbound memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
“Seluruh rangkaian aktivitas dirancang secara edukatif dan menyenangkan sehingga mampu melatih keberanian, kerja sama tim, kedisiplinan, kepemimpinan, serta sikap saling menghargai antar siswa. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai Islami yang menjadi ciri khas SDIT Darojaatul Uluum.”
Sementara itu, Ketua Pelaksana Outbound SDIT Darojaatul ’Uluum, Ustadz Muhammad Nur, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang terencana.
“Outbound SDIT Darojaatul Uluum di Taman Kopses dan Lubana Sengkol dengan tema ‘Bermain, Belajar, dan Membangun Karakter Islam’ memberikan kesan yang sangat positif, menyenangkan, dan penuh makna. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.”
Beliau menambahkan bahwa suasana alam terbuka memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan bagi peserta didik.
“Melalui berbagai aktivitas edukatif, peserta didik belajar tentang kerja sama, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, serta saling menghargai. Suasana alam membuat anak-anak lebih antusias, aktif, dan mampu mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam setiap kegiatan. Semoga kegiatan ini dapat terus dikembangkan karena memberikan manfaat besar bagi perkembangan fisik, mental, dan karakter Islami peserta didik.”
Kegiatan outbound ini semakin menegaskan komitmen SDIT Darojaatul ’Uluum sebagai Sekolah Islam Terpadu yang menyeimbangkan aspek akademik, karakter, dan spiritual dalam setiap program pendidikannya. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk akhlak dan kepribadian anak.

