Penuh Semangat dan Kebanggaan, SDIT Darojaatul ‘Uluum Sukses Gelar Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Ke-11

HUMAS DU – DEPOK. Alhamdulillah, SDIT Darojaatul ‘Uluum kembali menyelenggarakan kegiatan Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Ke-11 dengan penuh khidmat, semangat, dan kebanggaan. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini berlangsung meriah dan diikuti oleh para siswa yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Ummi. Suasana haru dan bahagia terasa sejak awal acara ketika para siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam tartil, tahfidz, dan turjuman di hadapan guru serta orang tua.

Dalam sambutan sekaligus laporannya, Ustadz Ulil Amri, M.Pd. menyampaikan rasa bangga atas perjuangan seluruh siswa yang telah melewati proses panjang dan serius hingga sampai pada tahap munaqosyah. Beliau menjelaskan bahwa para siswa harus melewati berbagai tahapan ujian mulai dari pengujian guru, koordinator Al-Qur’an, pra munaqosyah, hingga diuji langsung oleh Ummi Foundation Kota Depok dengan melibatkan 15 penguji. Beliau juga menyampaikan harapan agar anak-anak kelak menjadi penolong orang tua di akhirat serta mendapatkan mahkota kemuliaan sebagaimana janji Rasulullah ﷺ bagi para penghafal Al-Qur’an. Pada tahun ini, total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 153 siswa dengan berbagai kategori capaian Al-Qur’an.

Ketua Yayasan Darojaatul ‘Uluum, Bapak Muhammad Wijdan, S.Kom., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, dan orang tua. Beliau berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus menghafal Al-Qur’an dan semakin mencintai Kalamullah. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, fasilitas, dan apresiasi kepada guru-guru SIT Darojaatul ‘Uluum. Salah satu ikhtiar yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan Masjid SIT Darojaatul ‘Uluum yang saat ini memasuki tahap desain. Selain itu, yayasan juga tengah mengikhtiarkan program umrah untuk guru-guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi Qur’ani. Beliau juga menjelaskan tentang pengembangan wakaf produktif demi mendukung operasional pendidikan agar semakin mandiri dan berkembang lebih baik ke depannya.

Sementara itu, salah satu wali murid, Bunda Camelia Kusproborini, S.S., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pendidikan di SDIT Darojaatul ‘Uluum. Menurut beliau, Metode Ummi terbukti membantu anak-anak belajar Al-Qur’an dengan mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati. Beliau merasakan bahwa pembiasaan baik yang diajarkan di sekolah seperti akhlak mulia, ibadah yang rajin, tutur kata yang baik, serta kedekatan dengan Al-Qur’an terbawa hingga ke rumah bahkan sampai anak-anak tumbuh dewasa. Beliau juga mengungkapkan bahwa alasan memilih kembali SDIT Darojaatul ‘Uluum untuk anak ketiganya adalah karena akhlak para guru dan lingkungan sekolah yang penuh dengan pembiasaan positif.

Dalam kesempatan ini, SDIT Darojaatul ‘Uluum juga mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa/siswi yang meraih nilai tertinggi dalam kegiatan Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Ke-11. Untuk kategori Tartil diraih oleh Zidan Muhammad Ramadhan, Hilva Zahra Tibbilqulubina, dan Khaylila Annisa Humaira. Kategori Juz 30 diraih oleh Khaisan Hamizan Hanif, Fathul Ahza Siregar, dan Danish Pranaja Subiyanto. Kategori Juz 29 diraih oleh Rafif Sakha Hafidzan Aryadezka, Nazma Rafani Zulharsyah, dan Rafa Khairul Ikhwan. Kategori Juz 1 diraih oleh Ashila Yasmin Annafisa, Nizhaar Adhi Satria, dan Nayla Zahidah. Kategori Juz 2 diraih oleh Muhammad Dzikri Mardhillah, Mazaya Annisa Kautsar, dan Talitha Adzkia Harisman. Sementara kategori Turjuman diraih oleh Ahmad Thoriq Hafizi, Dafa Giri Lintang Samudra, dan Nadila Almaira Rifany. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mencintai, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Ke-11 ini menjadi bukti nyata komitmen SDIT Darojaatul ‘Uluum dalam menghadirkan pendidikan Islam terbaik yang mengintegrasikan akademik, pembentukan karakter, dan pembelajaran Al-Qur’an dalam satu lingkungan belajar yang positif dan islami. Dengan pendampingan guru-guru yang kompeten dan penuh kasih sayang, siswa dibina agar mampu membaca, menghafal, serta mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *